Oleh: KAMMI Komisariat Universitas Gadjah Mada | Desember 31, 2007

Kami, KAMMI komsat UGM

kammiDilahirkan atas kesadaran terhadap krisis yang menimpa bangsa Indonesia serta tuntutan reformasi pada pertengahan tahun 1998, KAMMI muncul sebagai salah satu kekuatan alternatif Mahasiswa yang berbasis mahasiswa Muslim dengan mengambil momentum pada pelaksanaan Forum Silahturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FS-LDK) X se-Indonesia yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang. Acara ini dihadiri oleh 59 LDK yang berafiliasi dari 63 kampus (PTN-PTS) diseluruh Indonesia.
UGM salah satunya, di universitas yang ter sep ini KAMMI pun menunjukan eksisteensinya. Dikampus yang bisa dikatakan pancasilais ini KAMMI sebagai gerakan berbasis dan Berasas Islam ini tumbuh cukup subur. Dengan estimasi kader pasif sebesar 1000 masa, hasil tempaan pelatihan kader yang diadakaan tiga kali tiap tahun. Terdapat sekitar 40 hingga 90 an mahasiswa berikrar menunjuk kesediaannya sebagai seorang anggota KAMMI. Sebuah gerakan mahasiswa yang cukup fenomenal melihat usianya yang masih terbilang seumur jaguung jika dibandingkan dengan gerakan mahasiswa lain yang lebih dahulu lahir.
Namur kini, gerakan mahasiswa mulai tak laku di mata kalangan mahasiswa itu sendiri. Seperti kehilangan taringnya, gerakan mahasiswa yang biasanya bertajuk agent of change bagi masayarakat mulai ditilik kembali keabsahannya. Komersialisasi pendidikan seperti merenggut semangat berbagi ilmu yang ditawarkan orang-orang universitas ini menjadi sekedar alat produksi pencetak buruh-buruh baru yang lupa akan pesan moril ilmu sebuah institusi pendidikan yang kini mulai kapitalis.
Menaggapi hal ini KAMMI berupaya untuk kembali memeriahkan blantika pikir mahasiswa. Teringat betapa pentingnya kelahiran media masa sebagai tungku penyemangat gerakan pemuda pencetus kemerdekaan Kammi terinspirasi untuk kemudian mengambil peran disana. Menjadikan media sebagai salah satu instrumen dasar dalam perjuangannya, dengan dalih itulah KAMMI mencoba untuk menebar pikir lewat tebaran huruf yang tersusun menjadi sebuah kata, kalimat, paragraf yang kemudian berwujud menjadi sebuah sikap yang tertoreh entah diatas kertas yang berwujud buletin rutin, atau mampir kelayar cembung komputer-komputer warnet ikut bercokol dalam dunia maya internet. Dalam kegetiran gerakan mahasisaw ia mulai mencoba untuk berdiskusi dengan zaman. ialah …. Kami, Departemen Humas Divisi Media, KAMMI Universitas Gajah Mada Yogyakarta, fromUGM4deBetterWorld. …..


Tanggapan

  1. Salam kenal dan ukhuwah dari Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah Komisariat UGM…

    Web kami http://www.imm-ugm.org


Beri tanggapan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Kategori