Oleh: KAMMI Komisariat Universitas Gadjah Mada | Maret 10, 2009

Wawancara Khusus Tokoh Kampus

Tokoh kampus yang kita wawancarai kali ini adalah Mas Qadar atau nama lengkapnya Qadaruddin Fajri Adi dari Fakultas Teknologi Pertanian angkatan 2005. Kini beliau menjabat sebagai Presiden Mahasiswa UGM periode 2009/2010. Kini topik utama wawancara kita adalah seputar Palestina. Pada awal Januari lalu, Israel menyerang Palestina dan rakyatnya yang berdomisili di Gaza dengan dalih ingin menghancurkan HAMAS namun pada kenyataannya malah tindakannya itu membunuh banyak anak-anak dan wanita Palestina. Tindakan Israel ini dikecam oleh dunia Internasional dan banyak pihak yang menuntut agar Israel dibawa ke Mahkamah Internasional sebagai penjahat perang nomor satu. Namun sampai sekarang belum ada tindakan yang tegas untuk menyeret Israel ke pengadilan Internasional. Lantas bagaimana sikap Mas Qadar sebagai pemimpin mahasiswa UGM terhadap ulah Israel yang keterlaluan ini? Yuk, kita ikuti wawancaranya.

  1. Menurut mas Qadar, kenapa sih, kita mesti bela Palestina? Kan di sana jauh dan urusan negeri sana. Kenapa kita di Indonesia mesti capek-capek untuk peduli, padahal urusan negara kita masih banyak?

Alasan yang pertama, ialah sebagai Muslim kita itu bersaudara. Seorang Muslim itu ibarat satu tubuh, ketika ada saudaranya yang sakit maka kita turut merasakan. Itulah alasannya mengapa kita dituntut untuk peduli kepada rakyat Palestina karena mereka adalah saudara kita. Bayangkan saja mereka puluhan tahun dijajah, ditindas oleh orang-orang yang tidak punya negara (malah mengklaim Palestina tanah mereka). Jutaan warga Palestina kehilangan rumah, keluarga, sekolah, kesehatan, dan air bersih serta tempat ibadah. Itulah salah satu alasan mengapa kita harus membela Palestina.

Alasan yang kedua, sebagai negara, masalah Palestina kini bukan hanya masalah agama saja, tapi sudah merambah kepada masalah-masalah lain, hak asasi manusia, kemanusiaan, dan ketidakadilan. Israel yang mengatasnamakan tanah yang dijanjikan merampas tanah penduduknya dengan pelanggaran HAM yang tidak kira-kira. Melampaui batas. Maka inilah alasannya bahwa Palestina harus dibela karena rakyatnya kini tengah dalam penderitaan, penindasan dan penistaan yang keji.

2.Lantas sebenarnya akar sejarah konflik Israel-Palestina ini apa, sih mas?

    Akar sejarahnya berawal dari latar belakang ideologis Israel yang mengklaim tanah Palestina dan kota Yerusalem sebagai milik mereka. Dengan kata lain tanah yang dijanjikan. Maka, gelombang-gelombang migrasi bangsa Yahudi ke Palestina menuai kecaman dari bangsa Arab di Palestina apalagi memang sudah lama Palestina didiami oleh bangsa Arab sebagai tanah milik mereka. Karena itulah bangsa Arab melawan karena mereka tidak terima tanah mereka dirampas begitu saja. Sampai sekarang perlawanan itu terus dilakukan meski akhirnya berbagai tekanan dari berbagai pihak, misalkan AS dan Uni Eropa, memaksa mereka untuk menghentikan perlawanan itu. Berbagai perjanjian ditelurkan hingga akhirnya merugikan rakyat Palestina sampai satu persatu tanah Palestina diambil oleh Israel hingga tersisa Jalur Gaza dan Tepi Barat. Namun sampai sekarang wilayah Tepi Barat mulai berkurang wilayahnya hingga hanya Jalur Gaza yang tersisa. Sehingga bisa dibilang Jalur Gazalah basis terakhir rakyat Palestina. Apabila Gaza lenyap, maka habislah riwayat Palestina ditelan sejarah.

    3. Kemudian sekarang kan Israel kalah melawan HAMAS sehingga mereka menarik mundur tentaranya dari Gaza. Pasca penyerangan Gaza, banyak masyarakat Internasional yang mengecam supaya Israel dibawa ke Mahkamah Internasional sebagai penjahat perang. Tapi sampai sekarang mengapa sulit sekali membawa Israel kesana?

      Pertanyaannya adalah kekuatan yang membekingi Mahkamah Internasional itu siapa? Bahkan pemegang hak veto di PBB itu adalah AS, Inggris, Perancis, Cina, Rusia. Tapi dengan adanya hak veto itulah mereka dengan leluasa menghalang-halangi resolusi PBB untuk melakukan perdamaian di Palestina bahkan mencegat usaha Palestina untuk merdeka. Kita harus lihat ada siapa di balik Mahkamah Internasional itu. Siapa yang membekingi mereka. Bukankah ada kekuatan Yahudi di balik itu semua? IMF, World Bank, dll. Jadi tidak heran jika dunia ini dikuasai oleh Yahudi sehingga umat Islam hampir tidak bisa berbuat apa-apa untuk melawannya. Mengapa bisa sampai begitu, karena memang sudah watak dunia Barat membenci dunia Islam. Apalagi sejarah pahit Perang Salib menyebabkan mereka sampai harus memerangi umat Islam bahkan menggencet mereka habis-habisan. Untuk bisa melawan hegemoni asing, Yahudi inilah, umat Islam dituntut untuk bersatu. Harus ada keberanian untuk bersatu itu. Jika tidak ada, ya begini saja hasilnya. Tidak maju-maju.

      4. Kalau begitu apakah kita butuh khilafah untuk bersatu?

        Perlu diingat bahwa munculnya suatu khilafah harus ada prakondisi sebelumnya. Zaman Nabi, sebelum khilafah ada, masyarakat yang kala itu terdiri dari kabilah-kabilah dipersatukan terlebih dahulu sehingga akhirnya mereka berhasil bersatu di bawah bendera Islam sehingga akhirnya khilafah berdiri tegak. Justru apa gunanya kita mendirikan khilafah, namun ternyata masyarakat sendiripun masih terpecah belah dan belum mau menerima syariat Islam? Ya, kita harus mempersatukan masyarakat dulu, membangun masyarakat dengan syariat Islam dan kelak pasti kita bisa bersatu dengan tegaknya syariat Islam dan khilafah sebagai wadah pemerintahan kita. Tetapi perlu kita tahu, memaksakan khilafah bukanlah tindakan yang bijak. Karena sekarang masyarakat masih banyak yang belum tahu syariat Islam bahkan ogah mendekatinya kok malah sudah bicara khilafah? Maaf, bukan berarti saya menghina ormas tertentu, tapi ini kenyataannya, bahwa masyarakat kini banyak yang masih jauh dari nilai-nilai Islam sehingga mereka perlu diluruskan dulu dan dipersatukan sehingga suatu hari kelak mereka akan mematuhi syariat Islam dan menegakkan khilafah. Kemudian terkait masalah tidak bersatunya umat Islam kini karena memang tidak ada negara-negara Islam yang benar-benar kuat dan berani. Kalau saya boleh menyoroti hanya Iran saja yang berani tegas kepada Israel dan antek-anteknya. Sedangkan yang lain mana? Malah hanya bermuka manis kepada AS dan Israel tidak memedulikan jerit tangis rakyat Palestina. Inilah yang saya kritisi. Seperti Saudi Arabia contohnya. Mana, mereka tidak menunjukkan taji-tajinya sedikitpun. Padahal mereka adalah negara yang berdiri dua kota suci di wilayahnya. Tempat umat Islam seluruh dunia di sana.

        5. Terkait Arab Saudi, ada fatwa Ulama Arab Saudi yang terang-terangan malah memutuskan suatu yang tidak perlu yaitu fatwa demonstrasi itu fasad bil ardhi (kerusakan di muka bumi). Fatwa ini dikeluarkan ketika perusakan di muka bumi tengah dilakukan Israel terhadap Palestina. Menurut mas Qadar sendiri?

          Saya tidak sepakat terhadap hal ini, karena memang benar bahwa Israel-lah yang berbuat kerusakan di muka bumi, tapi mengapa lantas mereka tidak memfatwakan jihad untuk melawan Israel malah sebaliknya mengeluarkan fatwa yang tidak perlu? Menurut saya ini juga tidak benar dan harus diluruskan. Tidak semua demonstrasi-demonstrasi itu mengarah kepada perusakan. Banyak juga yang berupa aksi damai seperti yang terjadi di Indonesia, aksi menentang penyerangan Israel kepada Palestina. Buktinya aksi mereka damai-damai saja, tidak ada ribut-ributnya bahkan mengarah kepada perusakan. Tidak ada. Bahkan aksi mereka mendapat simpati dunia luar dan rakyat Palestina itu sendiri. Sebenarnya demonstrasi itu sendiri kan wujud aspirasi dari masyarakat, namun karena pemerintah tidak mau mendengarkan lewat surat atau apapun itu, maka ya kita turun ke jalan. Disiarkan di media, agar pemerintah melihat bahwa rakyat menuntut ini menuntut itu menolak ini menolak itu. Jadi, seperti yang tadi, fatwa tersebut sebenarnya adalah salah satu bentuk ketidaktegasan Arab Saudi terhadap Israel. Mereka tidak berani bicara dan bahkan berangkulan hangat erat dan mesra terhadap Israel dan sekutu-sekutunya.

          6. Kemudian beberapa hari lalu, Hillary Clinton datang ke Indonesia. Ada sejumlah kalangan yang menyatakan bahwa kedatangan Menlu AS ini sama saja dengan pendahulunya, membawa agenda-agenda Zionis. Menurut mas Qadar sendiri?

            Saya kira iya, bahwa ada lobi Zionis yang kuat untuk mencengkeram bangsa ini bahkan Indonesia sebagai penduduk muslim terbesar di dunia menjadi incaran utamanya. Makanya tidak heran jika Hillary Clinton pasti akan sama saja dengan pendahulunya Condoleezza Rice. Apalagi fakta ternyata pemerintahan Obama sama saja isinya, toh ternyata ada kekuatan Yahudi Zionis dibaliknya. Percaya deh, siapapun yang menduduki tahta Gedung Putih pasti belakangnya adalah Yahudi. Israel Zionis. Karena tanpa sadar atau disadari sampai sekarang AS sedang digerogoti oleh Yahudi. (Hillary Clinton pernah mengatakan begini tentang Israel pada tanggal 1 Februari 2007 : “Tidak ada solusi cepat atas kesulitan yang kita hadapi sekarang ini, tapi kita tahu bahwa mempertahankan demokrasi dan melepaskan orang dari belenggu ekstremisme. Karena itulah kita berdiri dengan Israel. Ini adalah api demokrasi di negeri ini dan karena itulah kami berdiri dengan Israel dalam mengalahkan terror sebab Israel adalah kita juga. Kita berdiri dengan Israel karena nilai dan keyakinan kita ada dalam kemuliaan manusia dan hak hidup tanpa takut dan tekanan.” –pen. (Majalah Sabili edisi 12 Maret 2009)).

            7. Tapi kenapa sulit sekali mengajak umat Islam ini untuk peduli terhadap Palestina?

              Karena kita belum memiliki prioritas aja sebenarnya. Khususnya di Indonesia saat ini. Umat Islam terpecah belah, terbagi-bagi atas aliran, sekte, mazhab, dll. Bahkan aliran sesat yang jumlahnya semakin tidak terhitung. Mereka bertarung atas nama primordialisme, membanggakan alirannya sehingga wajar saja musuh-musuh Islam senang sekali melihat kita ini terpecah belah. Karena kita terlalu sibuk dan fokus pada ego kita masing-masing, maka tak heran jika musuh-musuh Islam kian menancapkan kukunya di bumi Indonesia kini. Bahkan bisa jadi aliran-aliran sesat yang marak belakangan adalah rekayasa musuh Islam untuk menghancurkan kita.

              8. Kemudian apakah tanggapan mas Qadar terhadap bangsa Indonesia kini terkait masalah Palestina?

                Pada level pemerintah, sudah mulai ada ketegasan di situ. Pemerintah sudah cukup baik dan bagus berani untuk berkata tidak kepada Zionis walau belum berpengaruh begitu signifikan terhadap dunia Internasional karena pemerintah masih saja lembek dicocok hidungnya oleh pihak asing yang didukung kuat oleh Zionis. Meski demikian rakyatnya sudah banyak yang memberi bantuan kepada Palestina sebagai bukti keseriusan mereka dalam mendukung dan menbela Palestina. Mulai dari banyaknya bantuan-bantuan, relawan medis dan pernyataan sikap dari ormas-ormas. Karena memang masalah Palestina ini adalah masalah kita bersama. Saya pribadi mengajak kawan-kawan dan rakyat Indonesia juga untuk aktif selalu peduli terhadap saudara-saudara kita di Palestina sana.

                9. Kemudian yang terakhir nih, saran dan kritik mas Qadar terhadap KAMMI UGM khususnya terkait masalah Palestina?

                  Saya melihat kawan-kawan KAMMI sudah cukup baik dalam menyatakan sikap mereka terhadap penjajahan Palestina yang dilakukan oleh Israel. Mulai dari aksi, selebaran bulletin, propaganda, dll. Namun yang saya kritisi dari kawan-kawan KAMMI adalah bahwa kalau hanya aksi saja tidak cukup. Kita harus mampu membangun wacana bersama bahwa masalah Palestina ini adalah masalah kita bersama. Apalagi dalam perjuangan ini hendaklah kita memperbanyak teman yang akan senantiasa mendukung perjuangan kita. Saya lihat teman-teman KAMMI sendiri masih enggan untuk duduk bersama dengan kawan-kawan mahasiswa dari pergerakan lain sehingga perasaan saling curiga mencurigai kadang suka menghampiri, gitu. Jadi inilah yang saya harapkan dari kawan-kawan KAMMI, apalagi bukanlah perkara yang mudah untuk mendudukkan gerakan-gerakan mahasiswa untuk membahas persoalan bangsa maupun persoalan luar negeri. Karena akan sulit sekali dilakukan selama kita masih saja memperturutkan ego kita masing-masing. Jadi, saya harap kawan-kawan KAMMI mampu mengajak kawan-kawan mahasiswa dari gerakan yang lain yang mempunyai tujuan sama untuk bangsa ini untuk bergerak dan berjuang demi perubahan bangsa ini ke depan.


                  Beri tanggapan

                  Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

                  Kategori