Islam, Wanita dan Warisan Tradisi di dalamnya

Jika kita melihat islam dan perkembangannya di Indonesia, yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari pulau jawa.
Banyak yang menyimpulkan dinegara kita, wanita sangat direndahkan dan tidak dimerdekakan. Hingga kemudian menganggap dibelahan dunia barat, wanita teramat sangat dimerdekakan dg kebebasannya.

Tapi.. cobalah kita amati sekali lagi.
George Bernard Shaw pernah mengatakan ” Disaat perempuan bersuami, disaat itu pula semua harta yang menjadi miliknya, menurut undang-undang inggris menjadi milik suaminya”
Dengan ini, bisa dipahami jika di dunia barat, gerakan feminisme masih merajalela.

Sedangkan dinegara kita yang mayorita warganya adalah seorang muslim, betapa seorang wanita sangat dihargai Jika musuh2 islam mencari alasan, bahwa islam memandang hina dan tidak memberi hak apa2 bagi kaum perempuan. Maka, bolehlah kita melihat dari sisi budaya Jawa yg sedikit banyak diilhami oleh agama islam. Dien yg sangat memuliakan perempuan.

Mungkin sering kita temukan beberapa rumah adat Jawa dan Betawi yang memiliki dua lapis pintu. Satu lapis pintu utama selayaknya pintu biasa. Satu lapis berikutnya adlaah pintu yang biasanya hanya setinggi dada. Apakah itu hanya hiasan saja? Tentu tidak.

Didalam islam tentu kita faham larangan berkholwat  ataupun berikhtilat. Yaitu bersamanya laki2 dan perempuan yang bukan muslim. Karna memang ada batasan antara laki2 dan perempuan
Bahkan tidak diperkenankan menerima tamu laki2, jika ia seorang perempuan yang hanya sendiri.
Jika hal ini diterapkan oleh masyarakat pada zaman dahulu, apakah mereka akan menerima?? Sedangkan masyarakat Jawa yang kita kenal adalah masyarakat yg Guyub, rukun, gemah ripah loh jinawi.Menjunjung tinggi sosialisasi antar sesama.

Disinilah pintu yg dirancang sedemikian rupa berfungsi.
Pintu itulah yang melindungi mereka dari bahaya dunia luar. Namun tidak menutup rapat begitu saja trhadap dunia luar
Betapa wanita sangat dilindungi.
Betapa seorang wanita bagaikan emas permata yang layak dperjuangkan kesuciannya
Dan betapa nenek moyang kita mewariskan  masa depan kepada ank cucunya dg warisan yang amat luhur.
Menjaga-Dijaga -Terjaga

Tetapi lambat laun warisan itu memudar.  satu persatu wanita tidak menghargai keistimewaannya sendiri. Bahkan mungkin banyak yang sudah tidak mengenal, bahwa dirinya adalah emas permata dunia yang menjadi tolak ukur suatu negara.Lantas… apakah kita masih ingin berkiblat kepada dunia barat??

Sedang kita seharusnya Menjaga-Dijaga-Terjaga.

#ARB.Mir’an

#KAMMImenulis
Oleh: Agi

Fanpage: KAMMI Komsat UGM
Twitter: @kammi_ugm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s